RENUNGAN MINGGU PASKAH, 09 Apri 2023, SAKSI PERTAMA KEBANGKITAN-NYA (YOHANES 20: 1 – 8)

                                 RENUNGAN MINGGU PASKAH (IBADAH SUBUH PAGI)

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 10:34 - 43, Mazmur 118: 1-2,14-24,  Kolose 3: 1- 4,  Yohanes 20: 1 - 8

 

SAKSI PERTAMA KEBANGKITAN-NYA (YOHANES 20: 1 – 8)

Dalam Lukas 82 Maria Magdalena disebut sebagai orang yang telah dibeba dari tujuh roh jahat. Bersama dengan perempuan lain, mereka adalah para perempuan yang melayani Yesus (Luk.8:1-3). Nama Maria Magdalena j terkadang dikaitkan dengan perempuan berdosa yang datang membasuh kaki Yesus dengan air matanya, menyeka dengan rambutnya, dan meminyaki kaki Yesus deng minyak wangi (Luk. 7: 36- 50). Yesus menjelaskan kepada orang Farisi dan murid-murid Nya: "Dosanya yang banyak telah diampuni, sebab ia telah telah banyak berbuat kasih Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih" (ay 47). Penjelasan ini mendasari motivasi Maria Magdalena membawa rempah-rempah ke kubur Yesus pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pada hari pertama minggu itu.

Di sana Maria Magdalena mendapati kubur Yesus yang telah kosong, Kemudian, dia bergegas menyampaikan kabar itu kepada Simon Petrus dan murid lain yang dikasihi Yesus, yakni Yohanes. Katanya, Tuhan telah diambil dari kuburnya, dan kumi tidak tahu di mana Dia diletakkan. Ada kepolosan Maria menyampaikan bahwa Tuhan telah diambil. Maria tidak menyadari bahwa Yesus telah bangkit. Menariknya, Maria pergi sendirian, tetapi dia menggunakan kata kami yang menyiratkan bahwa Maria tidak sendiri. Menurut Markus 163, yang pergi ke kubur adalah Maria Magdelena, Maria ibu Yakobus, serta Salome. Markus dan Lukas memakai kata mereka. Jadi, kata kami dalam versi Yohanes ini bermakna bahwa Maria mewakili para perempuan lain yang selalu melayani Tuhan Yesus dalam Injil Lukas. Maria tidak mau mengatakan bahwa dia adalah saksi tunggal fakta kebangkitan. la dan perempuan lainnya adalah saksi perdana kubur kosong. Ini menunjukkan sikap inklusif Maria dalam peristiwa penting ini. Mara tidak mau menjadi pemain tunggal dalam peristiwa kebangkitan Yesus. Sebaliknya, ingin mengikutsertakan orang lain, perempuan maupun laki-laki sehingga ia cepat cepat pergi memberitahukan kabar itu kepada Simon Petrus dan Yohanes.

Posisi Maria Magdalena terkadang diberi tekanan yang berat sebelah bahwa perempuanlah saksi pertama, baru laki-laki. Perempuanlah penginjil pertama. Dalam pelayanan tidak boleh terjadi rivalisasi atau kontestasi tentang siapa yang duluan, siapa yang kemudian. Perempuan dan laki-laki diberi mandat yang sama untuk menjadi pembawa berita sukacita kepada dunia, sebagai pemberita Injil, sebagai pengemban amanat Agung

Seusai melihat kubur kosong, Petrus dan Yohanes pulang ke rumah. Maria berdiri dekat kubur itu sendirian dan menangis karena merasa kehilangan, tak tahu ke mana harus mencari tubuh Tuhan Yesus. Maria adalah saksi pertama kebangkitan Yesus yang masih membawa paradigma berpikir lama, yaitu bahwa Yesus manusia biasa, yang mati dan tidak dapat bangkit. Namun, ketika bertemu Yesus yang bangkit, paradigmanya berubah. la hanya mampu berkata, RABUNI, Guruku (Yoh. 20:16). Sebagai Guru, Yesus telah mengajar Maria untuk mengubah perspektif berpikir bahwa Dia adalah Anak Allah yang hidup, yang tidak tunduk di bawah kuasa maut. Dia telah berjuang dan menang mengalahkan kematian sehingga setiap orang percaya beroleh hidup kekal yang berkemenangan.

Tuhan sendiri kemudian mengutus (commisioning) Maria untuk bersaksi tentang kebangkitan-Nya. Maria mengemban tugas misioner itu dengan gembira dan berani. Sebagai Gereja Tuhan, setiap orang percaya diutus Tuhan juga untuk melanjutkan tugas misioner dengan penuh syukur, sukacita dan keberanian yang sudah diamanatkan kepada Maria Magdalena, Petrus dan Yohanes, serta semua saudara-saudara Tuhan, termasuk kita semua. Amin!









Dicatat dan disunting ulang dari Renungan BAKI PGI 2023, yang ditulis oleh Pdt. Lintje H.Pellu.

Komentar