RENUNGAN MINGGU PALMARUM, 02 Apri 2023. Raja Damai Datang Dalam Kelemahlembutan (Matius 21: 1 - 11).

RENUNGAN MINGGU PALMARUM DAN SENGSARA

(Bacaan Alkitab : Matius 21:1-11, Mazmur 118:1-2, 19-29,  Yesaya 50:4-9a, Mazmur 31: 9-16 Filipi 2:5-11.)


RAJA DAMAI DATANG DALAM KELEMAHLEMBUTAN

(Matius 21: 1 – 11) 

Lihatlah, Rajamu datang kepadamu, la lemah lembut dan mengendara seekor keledai, seekor keledai beban yang muda" (Mat. 21:5). Matius mengutip Zakharia 9:9. Seorang raja yang mengendarai keleda muda menyimbolkan kerendahan hati kelemahlembutan, kesederhanaan, dan kedamaian. Tidak seperti raja dunia yang menunjukkan keperkasaan, kekuatan, dan kekuasaan dengan mengendarai seekor kuda gagah, lengkap dengan persenjataan dan pengawalan prajurit gagah perkasa. Siapa menghalangi akan diperangi.

Yesus berjalan memasuki Yerusalem dengan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kedamaian. Dia berjalan memasuki Yerusalem dalam rangka menaati kehendak Bapa-Nya kendati. Dia sangat menyadari bahwa jalan itu menuju penderitaan dan kematian. Yesus tidak mengikuti jalan yang la ingini sebagaimana terungkap dalam doa-Nya, "Ya Bapa, kalau boleh cawan penderitaan ini lalu dari pada- Ku." Sebaliknya, Dia sangat memahami bahwa di Yerusalem misi-Nya akan digenapi, yaitu bangkit dari kematian dan naik ke surga untuk menyelamatkan manusia dan menyediakan tempat bagi percaya yang melakukan kehendak-Nya.

Di Yerusalem, Yesus tidak dihalangi, melainkan disambut oleh banyak orang dengan gembira dan penuh harapan. Sukacita mereka ungkapkan dengan cara meng hamparkan pakaian di jalan. Ada pula yang memotong ranting-ranting dari pepohonan dan menyebarkannya di jalan. Orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya berseru, "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (ay. 9).

 Seruan ini memiliki dua arti. Pertama, HOSHANA (ibrani), artinya, selamatkanlah kami. Kedua, anak Daud, artinya raja dan mesias yang diharapkan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan dan penindasan Romawi.

Orang banyak yang mengikuti-Nya telah melihat kuasa mukjizat-Nya. Bahkan ada yang telah mengalami kuasa mukjizat Nya. Karena itu, kedatangan-Nya menim bulkan kegemparan dan kehebohan, tetapi juga pertanyaan "siapakah orang ini?" Ketidaktahuan tentang Yesus itu dapat dipahami karena pada waktu itu orang Israel diaspora berbondong bondong datang ke Yerusalem untuk merayakan Paska Israel. Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea" (ay. 11). Banyaknya orang yang ingin tahu tentang Yesus yang menggemparkan, membuat Dia terkenal sehingga ada pihak yang merasa terusik dan terancam kedudukan mereka sebagai pemuka agama Yahudi, yang berujung pada rancangan untuk menyalibkan Yesus.

 Apa makna firman dan perenungan ini?

Pertama, kita belajar bahwa mahkota kemenangan Yesus diperoleh karena kemenangan-Nya atas kuasa dosa dan maut dengan kerendahan hati, kelemahlembutan kesederhanaan, dan jalan damai. Tidak ada yang dikorbankan, selain diri-Nya sendiri. Dia memberi diri menjadi korban penebusan dosa manusia.

Kedua, kuasa dan kekuatan-Nya digunakan untuk menyembuhkan, memulihkan dan menyelamatkan. Jika kita memiliki kekuasaan, kekayaan, dan pengaruh gunakanlah bagi kemaslahatan (kegunaan: kebaikan, manfaat kepentingan) banyak orang dan alam ciptaan.

Ketiga, tidak ada kemenangan, kesuksesan, keberhasilan, dan kebahagiaan tanpa perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, dan pertolongan Tuhan.

Keempat, mari kita menyambut Yesus Sang Raja Damai, yang telah mendamaikan kita dengan Allah Bapa di surga. Kiranya la senantiasa bertakhta di hati dan pikiran kita sehingga perbuatan kita sesuai dengan kehendak-Nya dan menyenangkan hati-Nya. yaitu berdamai dengan sesama dan menjadi pembawa damai.

 Kelima, kiranya kita tidak seperti orang banyak yang menyambut-Nya dengan teriakan "Hosana, selamatkanlah aku, beri aku kekayaan, kesuksesan, keberhasilan tetapi jika harapan kita tidak terpenuhi, kita berteriak "salibkan Dia!.

Keenam, marilah kita memperkuat iman kepada Yesus yang telah menebus dosa dan menyelamatkan agar menjadi motivasi ucapan, perilaku, dan kerja bagi kemuliaan- Nya.  Sebab,  bagi kita hanya ada satu Allah saja yaitu Bapa yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup (1Kor 8:6).Amin. 




Ditulis ulang dari tulisan Pdt. Dina Sophia Werat,(SAG Sulutteng) dalam BAKI PGI tahun 2023.

Komentar