Renungan, 26 Maret 2023. HIDUPLAH DALAM ROH (Roma 8:6-11)

 Renungan, 26 Maret 2023 (Minggu Prapaskah V)


Bacaan Alkitab:

Yehezkiel 37: 1-14, Mazmur 130, Roma 6: 6-11, Yohanes 11:1-45


HIDUPLAH DALAM ROH (Roma 8: 6 - 11)

Sejatinya manusia dikatakan hidup jika memiliki 3 unsur dalam dirinya, yakni tubuh, jiwa, dan roh. Allah menciptakan manusia dengan 3 unsur ini, yak tubuh jiwa, dan roh. 

Tubuh dalam bahasa Ibrani, *"basar"* atau daging dalam bahasa Ibrani, *"she'er"*, menandakan unsur lahiriah manusia, yang dapat dilihat, didengar, disentuh, dan sebagainya. 

        Jiwa dalam bahasa Ibrani, *"nefesh"*, adalah unsur batiniah manusia yang tidak dapat dilihat, yang berhubungan dengan pikiran, emosi atau perasaan, dan kehendak. Hasil dari jiwa itu dapat diekspresikan ke dalam tubuh, seperti halnya ketika seseorang menghadapi berbagai masalah, ekspresinya adalah sedih, menangis, atau muram. Sebaliknya, dalam keadaan sukacita, dia akan tertawa atau tersenyum.o

Roh dalam bahasa Ibrani, *"ruakh"*", adalah napas Allah yang diembuskan oleh manusia dan kembali kepada Allah sebagai kesatuan spiritual dalam manusia. Pemahaman tentang roh menunjukkan bahwa manusia memiliki sifat alamiah yang "imateriel" sehingga manusia dapat berkomunikasi dengan Allah yang adalah Roh.i

Di dalam Kitab Yehezkiel diperlihatkan bahwa Roh Kudus atau Roh Allah menuntun Yehezkiel ke suatu lembah yang penuh dengan tulang belulang. Tubuh yang tinggal tulang belulang merupakan simbol ketiadaan kehidupan. Penggambaran ketiadaan kehidupan itulah yang membuat Roh Allah bertanya  kepada Yehezkiel, "Dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" 

Setelah Yehezkiel menjawab bahwa Tuhan Allahlah yang mengetahui (Yeh. 37:3) Allah menutupi tulang-tulang itu dengan daging lalu mengembuskan napas/Roh-Nya sehingga tulang-tulang tersebut hidup.

Tulang tulang itu melambangkan "seluruh kaum Israel" (Yeh, 37:11), yaitu Israe dan Yehuda, di pembuangan. Harapan mereka telah punah ketika terserak di antara orang asing. Mereka terpuruk dan tidak berdaya karena ditindas. Allah memerintahkan Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu. Setelah itu, tulang-tulang itu dibangkitkan. Adapun maksud kebangkitan tersebut adalah pemulihan bangsa secara politis untuk kembali ke negeri mereka dan pemulihan rohani, yakni iman bangsa Israel kepada Allah yang hidup, Allah yang memulihkan mereka. Ketika Allah menaruh Roh-Nya lewat embusan napas Allah, transformasi kehidupan dari kematian dapat dialami dan dirasakan oleh bangsa Israel.

Peranan Roh Kudus yang menuntun kehidupan manusia itu vital bagi gereja Tuhan. Dalam gereja mula-mula peran Roh Kudus sangat penting bagi para rasul dan orang percaya. Kehidupan mereka berubah drastis ketika mereka menerima Roh Kudus dalam hati mereka. Mereka mengalami pertumbuhan yang pesat walaupun didera berbagai penderitaan yang sangat besar. Kekeristenan meluas sampai ke pelbagai belahan bumi berkat penyertaan Roh Kudus hingga saat ini. Itu adalah bagian rencana Allah atas kehidupan umat manusia.g

Bagaimanakah kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus? Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus ibarat sebuah perjalanan. Kita akan bergumul: mendengar suara kedagingan kita (keinginan-keinginan hati kita sendiri) ataukah mendengar suara Tuhan? Seperti yang dikatakan Paulus, "Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku" (Rm. 7:19-20).

 Penting untuk disadari bahwa Roh Kudus tidak otomatis memimpin. Orang Kristen harus meminta tuntunan Roh Kudus atau memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, bertanya, dan taat melakukan apa yang Roh Kudus nyatakan. Memberi diri dipimpin Roh Kudus hanya dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri dan perlu dilakukan secara berulang-ulang. Bagaimana  caranya.? Dengan cara taat dan setia kepada Tuhan dan berperilaku yang berpadanan dengan kasih Kristus sehingga mem-bentuk pribadi berkarakter baik. Bilamana memberi diri untuk dituntun oleh Roh Kudus sudah menjadi karakter, kita benar-benar adalah anak-anak Allah yang menerima kasih karunia Allah yang hidup. Amin!


Ditulis ulang dari tulisan Pdt.Djoys Anneke Rantung, (UKI Jakarta) dalam Renungan, BAKI PGI 2023

Komentar